LAKE TOBA

19 10 2009

lake toba1





GREAT PARAPAT, BRAVO HKBP

19 10 2009

lake toba6





Sampai kapan buruh di eksploitasi?

14 08 2008

14 Augustus 2008, jam 10.00 WIB saya ditelepon oleh teman saya dari depan kantor DPRD kota batam, di sebelah sana kedengaran suara yang menyatakan, Stop pengusaha outsourcing, dan hentikan kejahatan terhadap buruh, saya bertanya emang kamu lagi dimana?. dia menjawab, sedang ikut demo menolak system dan pengusaha outsouring untuk buruh. dan dia menjelaskan SPMI merupakan EO dari acara ini.

Read the rest of this entry »





My wedding in memory

23 07 2008

Gak nyangka akhirnya aku jadi nikah juga..itulah yang keluar dari mulutku setelah keluar dari HKBP Jalan Saudara Medan, 6 November 2004 lalu.

setelah berpacaran selama 4 bulan, akhirnya saya mengungkapkan bahwa saya mau menikah sama dia dalam tahun itu juga.

berawal dari kegiatan NHKBP di gereja HKBP Lubuk Baja, dalam pemilihan ketua PPNR (ketua pemuda resort) tahun 2003, saya yang utusan dari kawasan batamindo mukakuning, justru di unggulkan menjadi ketua, yang notabene saya tidak tertarik akan hal itu, namun dalam benak saya bergumam, ya udah, kalaupun saya dipaksakan untuk menerima mandat ini, saya pastikan saya akan dapat “pendamping” hidup dari sini (lubuk baja ini , red) secara di daerah muka kuning para mudi-nya sangat limited yang masuk  kategori.

ketika masuk dalam pemilihan bendahara, doa saya, semoga si calon ini dapat masuk kategori yang saya dambakan nantinya, itulah doa saya. dan akhirnya muncullah nama pemenang, Dewi Christy Novel Sinaga. alumni Ekonomi USU, hati saya menjadi lega. dan sejak detik itu saya bertekad, nanti sayalah yang jadi suami-nya…[ hmmmmmm]

waktu pun berjalan, program naposo di lakukan, sosok ketua saya tunjukkan dengan baik, dan wibawa ketika memimpin rapat di poles sebegitu rupa,. yang akhirnya suatu saat saya marah kepada sekretaris ini, karena notulen rapat minggu lalu tak di bawa dalam rapat berikutnya.

dan si sekretaris pun ngambek, dan tidak mau menegor sang ketua ketika ketemu di gereja, ..sialnya.. saya mengetahui bahwa dia sudah lama berpacaran sama marga XXX, dan hampir tahunan bok!….

pelan tapi pasti, saya menyelidiki hubungan mereka ini, dan ternyata…ya ampun ..udah sampe ke orang tua…

namun saya tidak gegabah, akhirnya style kepemimpinan saya di rapat saya robah.. dan sms sms maut pun mulai bertebaran, pagi, siang, malam, bahkan dinihari..

dan, endingnya..

muncullah undangan :

Nimrod Sitohang, ST menikah dengan Dewi Christy Novel Sinaga.

[ end ]





TETAP TEGUH DITENGAH BADAI

23 06 2008

Rupanya, kenaikan BBM telah menelan banyak korban, lebih dari yang kita sadari. Sebuah media melaporkan bahwa segera setelah kenaikan BBM, seorang ibu nekad mengakhiri hidupnya. Hal itu dibuatnya dengan cara yang sangat ironis, yaitu menyediakan susu bagi suami dan kedua anaknya. ‘Untung’ suami selamat, susu belum sempat diminumnya. Setelah pulang kerja, dia lebih dahulu menyaksikan istri dan anak-anaknya dalam kondisi tidak bernyawa sebelum dia meminumnya. Kisah serupa telah berulang kali kita baca sejak republik ini terus menerus diterpa krisis.

Dalam kondisi hidup susah dan menderita, kehadiran iman dalam diri setiap orang menjadi sangat vital, tidak dapat ditawar-tawar. Ini bukan soal sok suci atau sok rohani. Tetapi jikalau seseorang tidak mau menjadi korban keganasan ‘badai’ hidup yang sedang mengamuk, mau tidak mau, suka tidak suka, kerohanian harus ditingkatkan. Ini bagaikan sekelompok orang yang sedang berlayar dengan kapal Titanic. Ketika semuanya dalam keadaan tenang dan aman, setiap orang dapat duduk dengan santai dan bermain sesukanya. Tetapi ketika ancaman sudah mendekat, kapal tembus dan akan segera tenggelam, maka setiap orang harus siap siaga dan tidak boleh bermain-main.

Itulah juga yang dialami oleh murid-murid Tuhan Yesus. Ketiga penulis Injil (Mat, Mark, Luk) mencatat bagaimana kondisi murid-murid ketika sedang berlayar di danau Galilea. “Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditembus gelombang…” (Mat.8: 24). Penginjil Markus menulis: “Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.” (Mark.4:37). Dalam kondisi demikian, maka datanglah murid-murid Yesus membangunkan Yesus yang ketepatan sedang tertidur dan menyerukan: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” (Mat.8:25).

“Mengapa kamu takut?”

Menjawab kepanikan dan ketakutan murid-murid tersebut di atas, Tuhan Yesus malah bertanya: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” (Mat.8:26). Bagaimanakah respons pembaca terhadap pertanyaan tersebut? Barangkali, ada yang berkomentar: “Astaga, kok Tuhan nanya begitu sih? Siapa yang tidak takut ketika kapal yang ditumpangi sudah tembus dan air mulai masuk dan memenuhi kapal? Wajar dong.” Komentar seperti itu, dapat dipahami.

Penulis dapat memaklumi akan kepanikan dan ketakutan yang demikian. Masih jelas dalam ingatan penulis ketika penulis berlayar di danau yang sama, ingin menyeberang dari pantai Tiberias menuju Kapernaum. Baru saja kapal berjalan kira-kira 10 menit, kami terpaksa kembali karena angin keras dan pukulan ombak yang semakin kencang. “Tidak mungkin kita melanjutkan perjalanan. Sangat berbahaya bagi kita”, demikian kata seorang ABK (Anak buah kapal). Wajah penumpang yang ketakutan kelihatan lega dengan keputusan itu.

Jika ketakutan para murid adalah hal yang wajar, mengapa Tuhan Yesus masih menegur juga? Ada pelajaran penting yang dapat dipetik dari ketakutan yang dianggap wajar tersebut. Rupanya, sekalipun hal itu kita anggap wajar, namun Yesus tidak menghendaki hal itu terjadi. Mengapa? Karena Tuhan Yesus ada bersama mereka. Itu berarti, seruan “kita binasa” pada kalimat tersebut di atas tidak mungkin terjadi. Apakah kehadiran badai dan topan telah membuat mereka melupakan kehadiran Tuhan Yesus? Atau apakah kuasa badai dan topan lebih realistis dan lebih besar bagi murid-murid dibandingkan dengan kuasa Tuhan Yesus?

Dari teguran Tuhan Yesus, kita dapat mempelajari bahwa memang itulah masalahnya. “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Atau dalam bahasa Yunani kalimat itu berarti, “Mengapa kamu takut, kamu yang kecil iman?” (Oligopistoi). Jadi jelas, Tuhan Yesus menyoroti ketakutan akibat masalah iman. Dengan perkataan lain, hal itu berhubungan dengan pengenalan para murid kepada Yesus serta sikap dan penyerahan mereka.

Tuhan Yesus menegaskan bahwa para murid tidak perlu takut sekalipun badai taufan mengamuk. Demikian juga, Tuhan Yesus menegaskan bahwa para murid tidak perlu takut sekali pun kapal sudah tembus dan kapal mulai penuh dengan air. Alasannya jelas, sebab Dia ada bersama mereka berlayar melewati badai tersebut. Bukan saja demikian, Tuhan Yesus menegaskan bahwa Dia sanggup menyelamatkan mereka berlayar melewati badai tersebut. Dan jika Dia berkenan, Dia sanggup menghentikan badai dan taufan itu seketika. Dan itulah yang kemudian dilakukanNya.
Sesungguhnya, penulis sangat yakin bahwa di tengah-tengah kehidupan bangsa kita yang terus menerus diterpa ‘badai’ dan ‘taufan’ kehidupan yang mengancam sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia, Tuhan Yesus juga menyerukan agar tidak takut, tapi tetap beriman dan berserah penuh kepadaNya. Bagaimana pun kondisi bangsa ini, Dia menyerukan agar umat tidak putus asa. Dengan beriman berharap kepada Yesus, tentu saja umat tidak boleh passif, tetapi tetap aktif dan melakukan segala usaha yang dapat dilakukan. Seorang pernah berkata: “Do your best and God will the rest”. Ya, mari kita lakukan yang terbaik, dan selebihnya, Allah akan melakukannya”. Soli Deo gloria.-

–Source- Pdt.Mangapul Sagala–

 





KOMUNITAS KRISTIANI

23 06 2008

KOMUNITAS KRISTIANI

 

Firman Tuhan mengatakan:

.. janganlah kita

menjauhkan diri

dari pertemuan-pertemuan ibadah kita …

(Ibrani 10:25)

 

Pasti ada alasannya Firman Tuhan mengatakan seperti itu.

Mari coba kita lihat …

 

Semua manusia membutuhkan relasi / komunitas

         Hasil riset: Apa yang membuat manusia BAHAGIA?

        Yang secara konsisten muncul BUKAN kesuksesan, kekayaan, prestasi, penampilan yang bagus, dan sejenisnya.

 

        Tapi: HUBUNGAN, RELASI.

         dalam hubungan dengan orang lainlah kebutuhan terdalam kita bisa dipenuhi à kita butuh persahabatan, kasih sayang, cinta.

         Kita butuh relasi, kita butuh orang lain, kita butuh komunitas.

 

         Penyakit marasmus di Perang Dunia 2

        Ditemukan pada sekelompok bayi yatim piatu yang ditempatkan di sebuah fasilitas perawatan dengan mainan2 berwarna terang, perabot baru, dan makanan yang baik.

         Tapi kesehatannya merosot dengan cepat à mereka berhenti bermain, kehilangan nafsu makan, sakit, dan beberapa diantaranya meninggal.

 

        Setelah investigasi singkat, ternyata resepnya sederhana: selama sepuluh menit setiap jam, semua anak digendong oleh seorang perawat, dipeluk, dicium, diajak bermain, dan bicara.

         Bayi-bayi kecil itu tampak menjadi cerah, selera makan kembali, dan kembali bermain dengan mainan mereka. Sembuh dari marasmus.

Jadi:

… manusia membutuhkan relasi, komunitas, orang lain dalam hidupnya …

 

Kita butuh komunitas, maka kita akan mencari komunitas.

 

Lalu mengapa komunitas kristiani?

Komunitas lain juga memberikan kesenangan …

         … tapi kita, manusia, hidup untuk Tuhan

 

 

Tuhan adalah tanah air bagi setiap manusia. Dialah kerinduan akhir yang tersimpan dalam lubuk hati yang terdalam.

~ Ernesto Cardenal, penyair dan mistikus terkenal Amerika Latin

 

Hati kami diciptakan untukmu dan mereka tidak akan istirahat sampai mereka menemukan damai di dalam diriMu

~ Agustinus, bapa gereja

 

 

         komunitas kristiani memberikan kita kesempatan bersama-sama belajar tentang Tuhan, mengenal Tuhan, dan hidup untuk-Nya …

 

         komunitas lain, tidak, bahkan bisa membawa kita jauh daripada-Nya …

Setiap komunitas pasti mempengaruhi orang-orang di dalamnya

         komunitas membangun, membentuk, mempengaruhi cara berpikir kita

        teman-teman hedon

        di dunia kerja, teman2 yang suka mengeluh

        lingkungan yang poligamis

 

Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan dengan orang bebal menjadi malang.

~ Amsal 13:20

 

Berbahagialah orang yang … tidak duduk dalam kumpulan pencemooh

~ Mazmur 1:1

 

         komunitas kristiani membantu kita membangun, membentuk pola pikir kristiani (semoga)

Untuk berkembang, setiap manusia butuh dukungan

Orang Kristen itu seperti batubara dalam api. Ketika mereka bersama, mereka membuat apinya tetap hidup, ketika dipisahkan, mereka mati.

~ Billy Graham

 

 

         … komunitas non-kristiani tidak mendukung kita dengan nilai-nilai kristiani.

 

         … kita membutuhkan komunitas yang terus memperhatikan dan mendukung kita untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan.

Oleh karena itu:

… kita butuh komunitas kristiani …

 

DISKUSI

… apa yang Anda suka dari persekutuan?

 

… bagaimana seharusnya sebuah persekutuan supaya Anda senang di dalamnya?

komunitas kristiani

         … seharusnya mengarah menjadi tempat yang AMAN dan NYAMAN untuk orang-orang bertumbuh di dalamnya.

        hukum KASIH adalah hukum yang PALING UTAMA dalam hidup mengikut Dia

        jadi, buat para pengurus, Persekutuan seharusnya diarahkan menjadi sebuah komunitas dimana orang-orangnya saling mengasihi satu sama lain, komunitas CINTA KASIH.

        Tuhan Yesus:

         … sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi, Yoh 13:34.

         semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKU, yaitu jikalau kamu saling mengasihi, Yohanes 13: 35

 

         KASIH, KASIH, KASIH: kalau Persekutuan dipenuhi orang-orang yang saling bertengkar, saling tidak menyukai, saling membenci, maka ketahuilah, Persekutuan sudah gagal menjadi komunitas kristiani.

 

Terima kasih………..source”Pengurus PAKSU Batam”..(end)

 





How to became a really winner?

21 06 2008

Bagaimana kita dapat menang?

How can we win when fools can be kings? (Matthew Bellamy, Black Holes and Revelations, 2006)

Kita patut bersedih, Indonesia pasca reformasi bukannya maju tetapi malah terpuruk, gema reformasi yang kaya retorika miskin substansi, yang tidak mampu me-reform bangsa dan negara. 10 tahun sudah semenjak Orde Baru tumbang, Indonesia makin jauh tertinggal ke belakang bahkan diantara negara-negara di Asia Tenggara sendiri. Thailand, Malaysia, Korea adalah negara-negara yang pernah terpuruk akibat krisis keuangan, mereka sudah bangkit, terhadap pembangunan begitu marak dan kemajuan-kemajuan disana, kita perlu sangat iri dan memandang sedih keadaan Indonesia kita sekarang ini.

Yang terjadi di Indonesia, para penguasa yang tidak mencintai bangsa dan negaranya, yang selalu bertikai untuk kepentingan kelompoknya dan membela perutnya sendiri-sendiri. DPR yang sebagian “tidur”, pejabat yang korup.. tidak ada nasionalisme, tidak mencintai bangsa dan negara. Pemimpin yang tidak tegas, takut dan sungkan pada kelompok tertentu, para pemimpin negara yang tidak dapat menyelesaikan kasus lumpur panas dan menindak yang membuat gara-gara bencana itu. Pengungsi pasca tsunami Atjeh yang masih ada tinggal di tenda-tenda hingga kini, angka kemiskinan yang bertambah, malnutrisi, dan lain-lain. Para mantan pejabat negara yang tidak ada puasnya menjadi pejabat, mantan menteri-pun masih ingin menjadi gubernur dan walikota. Para incumbent yang sudah jelas tidak mampu membangun suatu daerah masih ingin juga terpilih dalam pilkada. Menteri-menteri bidang kesejahteraan yang gagal mensejahterakan rakyat, malah sebaliknya menjadikan rakyat sengsara. Kita dipimpin oleh orang-orang yang tidak mempunyai itikad membangun negara. Mereka hanya berjuang untuk diri sendiri dan memperkaya diri dan kelompoknya.

Idealisme Yi Fu Lin:

Menyimak biografi Justin Yi Fu Lin, memahami nasionalisme yang dimilikinya, dada ini serasa berkobar dan bertanya, adakah orang semacam ini dimiliki oleh Indonesia? Baiklah saya akan bercerita sosok yang satu ini. Pada Tanggal 4 February 2008, World Bank president, Robert Zoellick mengumumkan Justin Yifu Lin (??? , 15 Oct 1952 – ) sebagai Bank’s new Chief Economist and Senior Vice President for Development Economics. Dia seorang warganegara China kelahiran Taiwan. Sesuatu yang spesial karena untuk posisi yang penting ini seorang Asia berkulit kuning terpilih. Barangkali ada yang menganggap hal ini sama sekali tidak spesial. Tapi kita perlu banyak tahu profil satu orang ini yang dapat memberikan kita inspirasi akan semangatnya dan cintanya kepada Negara.

Sebelum di World Bank, Lin adalah direktur dari China Center for Economic Research, ia adalah seorang Professor dari Beijing University, orang penting yang mempunyai banyak andil dan peranan penting dalam kemajuan China yang telah kita lihat hasilnya akhir-akhir ini. Dia menjadi salah satu designer dalam “China’s fast grow economy”, kemajuan yang berlari kencang yang dicapai China sekarang ini. Ia juga seorang ahli pertanian dan keahliannya ini diyakini akan memberi dampak yang spesifik/ unik bagi the World Bank Group.

Yi Fu Lin lahir dan dibesarkan di Taiwan dengan nama Zhengyi Lin (???), ia mendapat gelar MBA di National Chengchi University di Taiwan pada tahun 1978, dan juga menjalani wamil dan menjadi perwira di Taiwan. Tahun 1979, ia mendengar statement dari Deng Xiaoping (???) bahwa China tidak akan lagi “memusuhi” Taiwan atau melakukan penyerangan. Deng Xiaoping dalam kepemimpinannya dikenal sebagai pencetus pembaharuan di bidang ekonomi dengan sistem ekonomi pasar bagi wilayah- wilayah yang dianggap bisa melakukan pembaharuan, meski negara itu menganut faham Komunis. Pada 1 Januari 1979 China juga telah mulai membuka hubungan diplomatik dengan Amerika. Menimbang semua itu, rasa nasionalis Lin bangkit, ia bertekat datang ke tanah leluhur dan mengabdikan dirinya menjadi bagian untuk kemajuannya. Ia yakin China akan berubah dan menjadi Negara yang besar dan maju, dan pada saatnya China – Taiwan akan bersama sebagai saudara, Lin ingin menjadi bagian dari semuanya itu.

Untuk mencapai keinginannya itu, Lin muda yang kala itu masih berusia 27 tahun, seorang yang berotak brilian sekaligus idealis ini secara diam-diam meninggalkan Taiwan, meninggalkan semuanya, ayah ibunya, saudara, istri dan anaknya yang kala itu masih dalam kandungan. Keluarganya yang di Taiwan tidak habis mengerti terhadap tekat Lin ini, bagaimana ia rela meninggalkan keluarga dan anaknya demi idealisme. Jalan yang dilaluinya untuk meninggalkan dan membelot dari Taiwan inipun tidak main-main, ia pergi ke China dengan cara berenang dan mengapung dengan satu bola basket sepanjang kira-kira 2 kilometer dari pulau Kinmen Taiwan menuju ke daratan Xiamen di propinsi Fujian China pada 17 Mei 1979. Suatu tekat yang luar biasa. Kepergiannya secara diam-diam ini tidak dapat dimengerti oleh keluarga, istri dan saudara-saudaranya. Ia tentu tak dapat berpamitan secara baik-baik, karena kepergiannya “membelot” ke China dengan cara berenang adalah sesuatu perbuatan yang luarbiasa gila. Pada saat itu Taiwan menempatkan dia dalam daftar orang hilang, tetapi pada tahun 2000 ia dinyatakan Taiwan sebagai seorang yang membelot dan akan ditangkap. Ketika ditanya bagaimana ia tega meninggalkan istri dan sanak keluarga? Lin menjawab ada “saya kecil”, ada “saya besar”. “Saya kecil” adalah saya dengan urusan pribadi dan tanggung-jawab keluarga, sedangkan “saya besar” adalah cita-cita yang lebih besar untuk bangsa dan negara, ketika “saya yang besar” berhasil, saya yakin keluarga saya dapat mengerti.

Sesampai di daratan China, Lin berangkat ke Beijing, ia diterima di Beijing University dan menjadi pengajar disana. Pada awal hubungan China-Amerika ini, Beijing University kedatangan tamu seorang professor dari Yale University. Kala itu tidak banyak orang China yang berbahasa Inggris dengan baik. Maka Lin terpilih sebagai penterjemah, dan ia menjadi penterjemah yang baik dan “match” dengan “bahasa ilmu” yang sedang diperbincangkan, sang professor ini mengaguminya. Ia menawari Lin untuk menerima beasiswa untuk melanjutkan study ke Amerika, Lin menerimanya. Kemudian datanglah ia di Amerika untuk study. Ternyata sang istri juga mendapat beasiswa ke Amerika dari Taiwan. Bertemulah ia dengan istri dan anaknya dan bersama tinggal disana sampai studinya selesai. Ia ditawari untuk menjadi pengajar di Yale, atau universitas apa saja yang dia pilih, dengan penghasilan yang tentu saja jauh lebih tinggi daripada menjadi seorang dosen di Beijing. Namun ia berniat kembali ke Beijing dan menulis surat kepada universitas itu posisi apakah yang akan diberikan kepadanya. Namun Beijing tidak menjawab, barangkali Beijing tidak percaya Lin mau kembali dengan kehidupan yang serba kurang di Beijing, mengingat kala itu China masih sangat miskin. Namun tekat untuk membangun negara dengan semangat nasionalisme menyampingkan keinginan-keinginan materi. Ia bertekat kembali, walaupun istrinya kurang setuju. Lin adalah orang pertama sebagai ilmuwan yang belajar di negara barat dan kembali ke ‘ibu pertiwi’.

Hal yang membuat ia menjadi lebih bertekat untuk kembali ke China adalah ketika ia mendengar percakapan putrinya yang berumur 6 tahun dengan temannya (dari keluarga Meksiko). Putrinya berpamitan pada temannya berkata begini : “aku dan orang-tuaku mau kembali ke China, di China masih miskin, tapi kami harus kembali”. Temannya, si anak Meksiko itu berkata, “kamu kembali ke negaramu sendiri, walaupun sekarang miskin tapi ada harapan nanti akan maju”. Jawaban yang sederhana ini mampu menyemangati seorang ayah untuk membawa keluarganya kembali ke tanah leluhur. Banyak teman-teman Lin yang ada di Amerika mencoba menahannya dan mengatakan tak perlu kembali ke Beijing, karena disana ia pasti tidak akan dapat melakukan riset yang sempurna, karena tidak ada orang-orang yang sebanding dengan kemampuannya. Namun Lin bertekat akan mendidik orang-orang di negaranya menjadi selevel dengannya dan menjadi ilmuwan yang baik, yang melakukan riset-riset untuk kemajuan bangsa.

Sekembali di China, ia diterima kembali di Beijing University. Ia langsung diberi posisi penting di China Center for Economic Research. Semacam lembaga think-thank (a policy institute) dalam bidang ekonomi. Ia membuat banyak sekali masukan yang menjadi dasar keputusan penting dalam perekonomian negara, kiprahnya itu kemudian dikenal di dunia internasional. Dan kini, ia menjadi sosok penting bagi perekonomian dunia melalui lembaga World Bank, terutama untuk pembangunan-pembangunan negara-negara yang masih miskin, dengan fokus budidaya pangan/ pertanian.

Dengan hasil unifikasi Hongkong, kemudian Macao dengan China, menjadi daerah otonomi khusus “one country two systems” yang telah membuktikan secara ekonomi dan politik ada mutual-benefit. Akhir-akhir ini, baik di China maupun Taiwan, selalu didengungkan kemungkinan Taiwan bergabung, apalagi dengan terpilihnya Ma Ying Jeou (???) sebagai presiden Taiwan dari partai Kuomintang yang telah menjalin hubungan baik dengan China. ini semakin membawa harapan Lin segera terwujud. Negara yang dulu harus terpisah akan segera bersatu, ia dimungkinkan dapat bebas ke Taiwan dan tidak lagi dipandang sebagai pembelot (diserter).

Kisah dari Yi Fu Lin, kiranya menjadi inspirasi. Betapa Indonesia perlu orang-orang yang berkemampuan dan mempunyai rasa nasionalisme tinggi untuk kemajuan negaranya. Dan kitapun dapat membandingkan, betapa lembaga-lembaga think-thank di Indonesia ini tidak mempunyai dampak yang jelas, atau diberi andil yang besar pada kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Bagaimana negara ini kurang mempedulikan cendekiawan dan memelihara kehidupan para ilmuwan yang berkecimpung dalam penelitian (riset). Suatu contoh: Sungguh tidak pada porsinya seorang presiden repot-repot dalam urusan “blue energy” yang kemudian bermasalah. Beliau mestinya tahu persis bahwa semua penemuan baru seharusnya mendapatkan verifikasi lembaga-lembaga riset milik negara seperti LIPI dan BPPT, bahkan ada Menristek untuk membantu presiden menelitinya lebih dulu sebelum semuanya itu masuk ke meja presiden, bukannya mereka ditinggalkan untuk mempercayai ilmuwan jadi-jadian. Sudah seharusnya orang-orang riset diberi tempat dan dipelihara dengan baik oleh negara untuk mempersiapkan negara menjadi berkembang ke arah yang lebih baik. Betapa para ilmuwan kita bekerja dengan segala keterbatasan dan kurang diperhatikan negara. Negara-negara tetangga telah memperkuat risetnya, mereka bergerak maju meninggalkan Indonesia yang mundur ke belakang.

Blessings,
Bagus Pramono
June 21, 2008





Fenomena perlunya”pembantu” saat ini

20 06 2008

Sejujurnya “hati saya kurang nyaman atas penamaan “pembantu” untuk subject diatas. tapi akibat kosa kata bahasa indonesia yang tidak punya kata alias untuk kata ini, terpaksalah kutuliskan dalam tanda petik.

saat menuliskan tulisan ini, saya mengingat ruang tamu saya yang saya tinggalkan tadi pagi..seperti kapal yang mau pecah.. ada kain lap diatas TV, ada kuali dekat computer, kain berserakan dimana-mana, ada text koor kena tumpahan susu, ada garpu tala di dalam gelas setengah air, ada sepeda anak-anak parkir di depan TV, sapu bersandar ke meja PC, …dan nantipun setelah saya kembali kerumah, keadaan tersebut akan tetap ada…

dan biasanya setelah pulang kantor..saya dan istri sudah nggak punya energy lagi untuk merapikan semuanya itu…dan akhirnya suasana itu jadi dinikmati, bau kain lap dengan sedikit amisnya sambil nonton animal planets….

5 tahun yang lalu ketika saya masih lajang, suatu saat saya berkunjung kerumah abang saya, kondisi rumah mereka saat itu percis sama dengan kondisi rumah saya sekarang, saat itu saya bergumam.. ntar nanti kalo saya menikah dan punya anak.. saya tak akan mau kehidupan seperti ini, ada kuali dekat bantal.. dan wastafel beralih fungsi jadi tempat penimbunan isi rack piring, jadi kalo mau makan dan mau minum, tinggal ambil dari wastafel, cuci satu dan baru bisa makan…an minum..

akhirnya hal tersebut harus saya alami saat ini…..ntah kapan “si pembantu” ini mau memahami isi hati ku saat ini..

—————–(end)

 

 

 





Pesta Bona Taon PSB 2008 Kota Batam

17 03 2008

PSB (Punguan Sitohang Boru&Bere) se kota batam akan mengadakan pesta bona taon yang akan dilaksanakan pada :
Hari : Minggu
Tanggal: 6 April 2008
Tempat : Cafe Martabe Batu Aji
Jam : 10.00 am sampai jam 17.00 pm
Adapun acara yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Jam 10.30 am – 12.00 am : Acara kebaktian bersama
2. 12.00 am – 13.00 pm : Acara Makan bersama (sekaligus lelang)
3. 13.00 pm – 13.30pm : Acara hiburan
4. 13.30 pm – 14.30 pm : Acara manortor (panitia)
5. 14.30 pm – 15.30 pm : Acara Manortor Suhut (Marga Sitohang dan istri)
6. 15.30 pm – 16.00 pm : Hiburan
7. 16.00 pm – 17.00 pm : Manortor Boru dan bere
8. 17.00 pm – 18.00 pm : Manortor Naposo
9. 18.00 pm – 19.00 pm : Manortor Anak-anak

dan pada saat itu juga akan dilaksanakan penyerahan hadiah kepada anak anak yang berprestasi di sekolah masing masing (juara 1 sampai juara 3) sebagai komitmen panitia dalam melaksanakan hasil MUBES SITOHANG SE INDONESIA yang dilaksanakan di Jakarta tahun lalu.

Kepada orang tua, naposo, anak-anak boru dan bere yang masuk dalam kelarga besar Punguan Sitohang Boru&bere di wilayah Batam, Tanjung pinang, Tanjung Balai Karimun, diundang untuk hadir bersama sama dalam pesta tersebut

Salam Hormat

Nimrod Sitohang
(A.Naomi)